Showing posts with label Gunung Merapi. Show all posts
Showing posts with label Gunung Merapi. Show all posts

PREDIKSI BENCANA ALAM 2011 INFO PNBP Potensi Fenomena Alam Akibat Cuaca Iklim Global

FOTO BENCANA GUNUNG BERAPI MELETUS Prediksi Bencana Alam 2011 Info PNBP Potensi Fenomena Alam Akibat Perubahan Cuaca dan Iklim Global Yang Ekstrim. Dari tahun ke tahun belakangan ini, kejadian bencana terhitung terus mendaki. Teramat sulit untuk memperhitungkan kapan tiba di puncak, lalu berharap jumlahnya makin menurun. Bahkan, seiring perubahan iklim global dan degradasi lingkungan diperkirakan pada 2011 hampir mustahil intensitas bencana makin surut. Baca Prediksi Gempa 11SR Sejarah Gempa Bulan Purnama Fenomena Alam Pelepasan Energi Kulit Bumi dan Info Lipi Prediksi Gempa Jakarta 8SR Dampak Gempa Bumi Tasik 8 SR Skala Richter Bisa Menghancurkan Jakarta.

Kondisi itu dikemukakan Direktur Pengurangan Risiko Bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Ia memberi catatan pada akhir tahun 2010 mengenai bencana.

Untuk mengintip potensi bencana pada tahun 2011, Sutopo pun pertama kali langsung menyodorkan data peningkatan bencana. Sejak tahun 2002 terjadi sebanyak 190 kali meningkat menjadi 1.675 kali pada tahun 2009 atau hampir 9 kali lipat.

"Intensitas bencana tahun 2010 masih diolah. Tetap saja terjadi kenaikan jumlah bencana yang 70 persen di antaranya berupa bencana hidrometeorologi," kata Sutopo.

Bencana hidrometeorologi terkait cuaca. Cuaca menimbulkan hujan yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Cuaca menimbulkan angin kencang. Cuaca menimbulkan kekeringan berkepanjangan. Semuanya berdampak merugikan.

Deputi Bidang Survei Dasar dan Sumber Daya Alam pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) Priyadi Kardono mengatakan, sumber bencana dibagi dua, yaitu akibat ulah manusia dan alam. Mengurangi risiko bencana dari keduanya sudah didukung teknologi memadai. Tetapi, publik masih banyak menunggu pengoptimalan teknologi dari setiap institusi yang ada.

"Seperti teknologi memprediksi ketebalan awan atau volume awan hujan, jika makin dioptimalkan, akan sangat membantu mitigasi bencana banjir dan tanah longsor yang selama ini paling banyak menelan korban," kata Priyadi.

Laboratorium Bencana Sutopo mengatakan, kalangan ilmuwan dunia menengarai Indonesia sebagai laboratorium bencana. Karena itu, BNPB menerbitkan buku Rencana Penanggulangan Bencana 2010-2014. Disebutkan, di Indonesia terdapat 500 gunung api yang di antaranya 129 gunung api masih aktif tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Maluku.

Indonesia mencatatkan dua letusan gunung terbesar di dunia, yaitu letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tahun 1815 hingga mengeluarkan 1,7 juta ton abu yang menyelimuti atmosfer cukup lama. Hingga pada tahun berikutnya, 1816, dunia masih terpengaruh selimut abu yang menahan dan memantulkan kembali sinar matahari.

Tahun 1816 kemudian dikenal sebagai "tahun yang tidak memiliki musim panas" di berbagai belahan bumi.

Letusan Gunung Krakatau menyusul pada 1883. Erupsinya diperkirakan setara 13.000 kali ledakan bom atom Hiroshima pada masa Perang Dunia II.

Sutopo menyajikan data itu untuk menegaskan kembali potensi bencana dari letusan gunung api selalu menjadi ancaman. Sutopo tidak memerinci gunung-gunung api mana saja yang siap meletus pada tahun 2011.

Priyadi mengatakan, potensi gunung api meletus dalam waktu setahun ke depan tetap berpeluang. Setidaknya, wilayahnya mencakup pantai barat Sumatera, Jawa, dan Sulawesi Utara. "Prediksi letusan gunung api lebih mudah dilakukan daripada prediksi gempa," kata Priyadi.

Sutopo mengatakan, di dalam buku Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2010-2014 dipaparkan lokasi dengan risiko bencana gempa.

Ancaman "Alam Buatan" Kewaspadaan terhadap bencana alam mau tidak mau harus tetap dijaga. Tetapi, menurut Sutopo, pentingnya masyarakat mewaspadai ancaman bencana alam "buatan". Ini mengingat degradasi lingkungan yang sudah sangat masif. Dampak buruk banyak ditimbulkan.

"Seperti bobolnya tanggul Situ Gintung. Dengan kedalaman 3 meter, telah menewaskan lebih dari 100 jiwa," kata Sutopo.

Degradasi hutan mengakibatkan sedimentasi tinggi. Seperti di Jawa, degradasi hutan menimbulkan erosi. Sebagian dampaknya mengakibatkan sedimentasi bendungan dan menimbulkan kerawanan jebolnya tanggul.

Seperti Bendungan Jatiluhur dengan ketinggian air 16 meter. Malapetaka berpotensi berlipat-lipat dibandingkan peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung.

"Malapetaka lain yang harus diperhitungkan adalah dampak bendungan itu sebagai sumber air baku terbesar untuk air minum di Jakarta. Kehidupan di Jakarta pasti lumpuh," kata Sutopo.

Menurut Sutopo, ancaman bencana alam akibat teknologi manusia seperti itu belum mendapat perhatian cukup kuat. Bendungan-bendungan besar yang ada di Jawa sekarang mengalami sedimentasi sedang sampai tinggi.

"Kerusakan hutan menjadi penyebab ancaman-ancaman bencana seperti itu," kata Sutopo.

Degradasi hutan di Jawa akibat populasi penduduk terus berkembang pesat. Sebanyak 129 juta penduduk (59 persen) sekarang tinggal di Jawa dengan kepadatan 996 orang per kilometer persegi.

Tutupan hutan hanya sebanyak 7 persen berupa hutan lindung, dan 16 persen hutan produksi. Lahan kritis di Jawa meningkat pesat. Pada 1988 mencapai 1,36 juta hektar, meningkat pada 2002 menjadi 4,17 juta hektar.

Konversi lahan pertanian untuk pemukiman juga masif. Pada tahun 2001 sudah tercatat konversi mencapai 22.200 hektar per tahun.

Mengenai neraca air, berdasarkan data Badan Perencanaan dan pembangunan Nasional (Bappenas), sebanyak 77 persen wilayah kabupaten dan kota memiliki defisit 1-8 bulan dengan 36 kabupaten/kota mengalami defisit tinggi di atas 6 bulan.

"Selain menjadi laboratorium bencana alam yang sesungguhnya, Jawa maupun wilayah pulau lainnya mengalami hal serupa yaitu rentan terhadap ancaman bencana akibat ulah manusia," kata Sutopo.

Jadi, tahun 2011 harus lebih siap dengan banyaknya ancaman. kompas.com

Bencana Alam, Bencana Alam Indonesia, Prediksi Bencana Alam 2011, Ramalan Bencana Alam Di Indonesia Terbaru, Info PNBP, Fenomena Alam Terkini, Perubahan Cuaca, Iklim Global Ekstrim

FOTO GUNUNG TAMBORA SATELIT NASA Gambar Indah Gunung Tambora Dari Luar Angkasa Oleh Nasa Google Earth

GUNUNG TAMBORA GOOGLE EARTH VIEW - Foto Gunung Tambora Satelit NASA Gambar Indah Gunung Tambora Dari Luar Angkasa Oleh Nasadan Google Earth. Ternyata Vampir dan Frankenstein lahir akibat letusan Gunung Tambora! Setelah sempat 'batuk-batuk' pada 10 April 1815, Gunung Tambora di Sumbawa meletus dahsyat. Terbesar dalam sejarah. Getarannya mengguncangkan bumi hingga jarak ratusan mil. Lihat (Video Youtube) Fenomena Awan Panas Seperti Pocong Merapi dan Foto Awan Pocong Letusan Gunung Merapi dan Kumpulan Foto-Foto Anak Krakatau Satelit NASA Terbaru Gambar Gunung Anak Krakatau Dari Angkasa Oleh Nasa.

Jutaan ton abu dan debu muncrat ke angkasa. Akibatnya sungguh dahsyat, tak hanya kehancuran dan kematian massal yang terjadi wilayah Hindia Belanda, efeknya bahkan mengubah iklim dunia. Petaka dirasakan di Eropa dan Amerika Utara. Tahun 1816 dijuluki 'The Year without Summer', tak ada musim panas di tahun itu.

Letusan Tambora juga mengakibatkan gagal panen di China, Eropa, dan Irlandia. Hujan tanpa henti delama delapan minggu memicu epidemi tifus yang menewaskan 65.000 orang di Inggris dan Eropa. Kelaparan melumpuhkan di Inggris.

Kegelapan menyelimuti Bumi, menginspirasi novel-novel misteri legendaris misalnya, 'Darkness' atau 'Kegelapan' karya Lord Byron, 'The Vampir' atau 'Vampir' karya Dr John Palidori dan novel 'Frankenstein' karya Mary Shelley.

Tambora juga jadi salah satu pemicu kerusuhan di Perancis yang warganya kekurangan makanan. Juga mengubah sejarah saat Napoleon kalah akibat musim dingin berkepanjangan dan kelaparan pada 1815 di Waterloo

Meski sudah tak lama aktif, Tambora masih menarik perhatian. Astronot Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), pada tahun 2009, NASA mengabadikan kaldera Tambora dari luar angkasa.

Kaldera Tambora berdiameter 6 kilometer dan sedalam 1.100 meter. Kawah ini terbentuk saat Tambora yang saat itu tingginya sekitar 4.000 meter kehilangan puncaknya dan ruang magma dikosongkan dalam letusan dahsyat tahun 1815.

Dalam foto NASA, tampak kawah Tambora menjadi danau air tawar, yang juga diisi aliran lava minor dan kubah dari abad ke-19 dan ke-20.

Deposit tephra -- material campuran letusan gunung berapi -- bisa dilihat dari sepanjang pinggiran kawah barat laut. Fumarol aktif atau ventilasi uap, masih eksis di kaldera Tambora.

Pada tahun 2004, para ilmuwan menemukan sisa-sisa peradaban kuno dan kerangka dua orang dewasa yang terkubur abu Tambora di kedalaman 3 meter. Diduga, itu adalah sisa-sisa Kerajaan Tambora yang tragisnya 'diawetkan' oleh dampak letusan dahsyat itu.

Penemuan situs itu membuat Tambora punya kesamaan dengan letusan Gunung Vesuvius di abad ke-79 Masehi. Peradaban di Tambora lantas sebagai "Pompeii di Timur."

Pompeii adalah nama kota Romawi di dekat Naples, Italia yang disapu oleh letusan dahsyat Gunung Vesuvius. Kota tersebut terkubur di bawah timbunan abu raksasa dan lenyap selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali secara tidak disengaja. vivanews.com

Berikut ini gambar Google Earth foto NASA Gunung Tambora tampak dari luar angkasa. Pemandangan indah dari gunung yang sangat berbahaya dan menimbulkan kegelapan ratusan tahun lamanya. Gunung Tambora bertanggung jawab atas kelahiran mitologi vampir dan frankenstein. Fakta yang sangat mengejutkan.

GUNUNG TAMBORA GOOGLE EARTH VIEW -
FOTO GUNUNG TAMBORA NASA SATELIT GOOGLE EARTH

BERITA TERBARU GUNUNG BROMO ERUPSI LAGI Status Terkini Bromo Masih Awas

FOTO GUNUNG BROMO TERBARU - Berita Terbaru Gunung Bromo Erupsi Lagi Status Terkini Bromo Masih Awas. Info PVMBG - Setelah beberapa hari aktivitas vulkanik menurun, Gunung Bromo sempat bererupsi dini hari tadi sekitar pukul 00.15 WIB, Senin (6/12/2010). Dengan adanya erupsi yang sifatnya biasa, rencana mengeluarkan status terbaru Gunung Bromo yang mungkin diturunkan menjadi siaga, kemungkinan bakal dievaluasi kembali. Lihat Foto Langit Merah Gunung Bromo Fenomena Aneh Abu Vulkanik Bromo Buat Langit Jadi Merah dan Mitos Gunung Bromo Mitologi Joko Seger Kisah Mistis Tanggap Wayang Untuk Sang Bethoro Bromo.

"Mungkin akan dievaluasi kembali setelah ada erupsi dini hari," kata Kepala Bidang Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gede Suantika, saat dihubungi detiksurabaya.com.

Gede mengatakan erupsi dini hari tadi membuat Bromo mengeluarkan asap hitam setinggi 600 meter. Asap hitam itu membawa abu yang diterbangkan angin menuju arah Barat atau Poncokusumo, Malang. Tapi saat ini aktivitas menurun dan terus menurun. Saat ini asap hitam yang sempat dikeluarkan berubah warna menjadi putih keabu-abuan.

"Untuk pagi ini saya tidak bisa mengeluarkan status terkini Bromo. Yang berhak adalah PVMBG pusat dan laporan Bromo sudah kami kirim ke pusat di Bandung," tambah Gede.

Gede menambahkan bahwa status terbaru Bromo mungkin baru akan dikeluarkan oleh pusat siang atau nanti sore. Berdasarkan pantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Bromo di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo mulai pukul 00.00 - 06.00 WIB, gempa tremor masih terus terjadi dengan amplitudo 5 mm dan gempa vulkanik dangkal hanya sebanyak 6 kali dengan amplitudo 38 mm. detik.com

Berita Terbaru, Gunung Bromo, Berita Terbaru Gunung Bromo, Bromo Erupsi Lagi, Status Terkini Gunung Bromo, Video Gunung Bromo Meletus, Youtube Letusan Gunung Bromo Terbaru, PVMBG

MITOS GUNUNG BROMO MITOLOGI JOKO SEGER MISTIS Tanggap Wayang Untuk Sang Bethoro Bromo

MISTIS LORO ANTENG BROMO - Mitos Gunung Bromo Mitologi Joko Seger Kisah Mistis Tanggap Wayang Untuk Sang Bethoro Bromo. MALANG - "Mbeledos ora opo-opo, sing penting nyambut gawe, sesuk langsung gawe sesajen" (Meletus tidak apa-apa, yang terpenting tetap bekerja, setelah itu kita membuat sesaji). Baca Mitos Gunung Merapi Kumpulan Kisah Mistis Merapi Kiai Sapu Jagad Ratu Kidul Laut Selatan Ritual Keraton Mataram Mitologi dan lihat Foto Awan Pocong Gunung Merapi Video Penampakan Wedhus Gembel Mirip Pocong.

Ucapan itu muncul dari Nurjono (35), seorang warga Desa Ngadas RT7, RW1 Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yakni satu dari sekian desa yang menjadi perhatian serius terkait meningkatnya status Gunung Bromo (2.329 mdpl) dari "Waspada" ke "Siaga" terus "Awas" atau level IV

Menurut budayawan asal Malang, Prof Henry Supriyanto, ungkapan warga tersebut adalah sebuah mitos yang masih tertanam di sekitar warga lereng Bromo, khususnya di perbatasan Gunung Bromo dengan Kabupaten Malang.

"Mitos keturunan Joko Seger dan istrinya Loro Anteng yang merupakan keturunan dewa-dewa itu masih dipegang erat oleh warga Desa Ngadas," paparnya.

Henry menceritakan, kuatnya hubungan antara Gunung Bromo dengan warga Desa Ngadas tak lepas dari upaya Joko Seger yang pernah mengorbankan putra bungsunya atau putra ke 25 (Kusuma) untuk sesaji Gunung Bromo.

Sehingga, warga yakin dengan sesaji yang dilakukan Joko Seger, Gunung Bromo tidak akan meletus, dan apabila ada letusan warga meyakini tidak akan mengarah ke desanya.

"Mitos itu hingga kini masih dipegang masyarakat Desa Ngadas, dan tidak akan terpengaruh dengan meningkatnya aktivitas Gunung Bromo," kata Henry yang juga guru besar Sejarah dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.

Seusai mengorbankan anak bungsunya, Joko Seger lantas meminta kepada warga agar apabila mempunyai "hajatan" atau perayaan, supaya tidak "menanggap" (menampilkan) wayang kulit, melainkan wayang topeng, wayang panji atau ludruk, hal ini untuk menghormati "Sang Bethoro Bromo" (Dewa Bromo).

Henry mengatakan, peningkatan status gunung api tersebut dianggap warga sebagai peringatan bagi seluruh manusia di bumi agar tidak membuat kerusakan. Meski demikian, Henry tetap meyakini, warga Ngadas tidak akan pindah sebab kuatnya memegang mitos tersebut.

Kuatnya warga dalam memegang mitos tersebut, dibenarkan oleh Kepala Desa Ngadas, Kartono.

Ketika ditemui di Balai Desa Ngadas, Kartono mengatakan, hingga saat ini warganya yang berjumlah 1.781 jiwa tersebut, masih lebih percaya dengan keyakinannya sendiri daripada info yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Hal ini terlihat dari aktivitas warga yang tetap menjalani kesehariannya seperti biasa, dan tidak ada "keanehan" terkait adanya info peningkatan status.

"Warga selalu berharap kabar baik dari Gunung Bromo, dan tidak pernah berpikir aneh-aneh. Oleh karena itu, meski badan vulkanologi menyebutkan status desanya cukup rawan terkena abu vulkanik, namun warga tetap menanggapinya dengan biasa," papar Kartono.

Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas Gunung Bromo yang berakibat munculnya abu vulkanik tersebut merupakan hal yang biasa bagi warga Ngadas, sebab peristiwa itu tidak hanya sekali dialami warga.

"Hingga saat ini warga lebih memilih tetap tinggal di desa, meski status tersebut dinilai PVMBG membahayakan, sebab kejadian ini sudah terbiasa dialami oleh warga," tuturnya.

Turis Turun

Sementara itu, info yang bersumber dari PVMBG terkait meningkatnya status Bromo tersebut, dinilai warga sangat merugikan, karena sejumlah wisatawan lokal maupun asing tidak mau lewat desa tersebut untuk menuju Bromo, karena desa itu sudah dinilai "berbahaya".

Akibatnya, penghasilan sejumlah warga yang selama ini didapat dari adanya kunjungan wisatawan, menurun drastis.

Wahyudi, salah seorang penjual bakso yang biasa "mangkal" di "rest area" (tempat peristirahatan wisatawan) mengatakan, sudah dua minggu ini penghasilan menjual bakso menurun drastis dari Rp350 perhari menjadi Rp175 perhari.

Ia menjelaskan, pada hari biasa dirinya cukup mangkal di "rest area" dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dan baksonya sudah habis. Namun, setelah pemberitahuan peningkatan status tersebut, baksonya selalu tersisa, dan mangkalnya hingga jam 16.00 WIB.

Warga lain, Harjo mengatakan, adanya kabar peningkatan status tersebut, membuat desanya semakin sepi dan jarang sekali dikunjungi oleh wisatawan.

"Wisatawan sampai saat ini tidak mau datang lagi untuk melihat Bromo dari perbatasan Kabupaten Malang, padahal hingga saat ini kondisinya tidak ada masalah, dan abu yang katanya mengarah ke Ngadas itu juga tidak kelihatan," ujarnya.

Meski demikian, Kepala Desa Ngadas, Kartono tetap menyiapkan jalur evakuasi. "Jalur evakuasi ini sebagai antisipasi apabila terjadi apa-apa untuk memenuhi prosedur keselamatan warga," katanya.

Saat ini, jalur evakuasi tersebut telah diberi tanda khusus dan mengarah sekitar 12 kilometer dari Desa Ngadas.

Tempatnya yakni berada di Desa Gubug Klahak dan Wringin Anom yang merupakan tempat paling aman dari erupsi Gunung Bromo. "Tempat untuk evakuasi dari Gunung Bromo yakni berjarak 22 kilometer dari pusat abu Bromo," katanya.

Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Kartono, abu vulkanik Bromo tersebut hanya melewati hutan yang berada di samping Desa Jarak Ijo atau mengarah ke Desa Losari.

Sehingga, tidak sampai ke pemukiman warga. "Alhamdulillah masih aman, dan saya minta doanya agar Desa Ngadas tetap aman dari bahaya erupsi Bromo," ucapnya.

Desa Ngadas merupakan kawasan Kabupaten Malang yang terdekat dengan lokasi Gunung Bromo, jaraknya dari pusat vulkanik Abu Bromo yakni sekitar 15 kilometer.

Lihat: Video Youtube Banjir Lahar Kali Code (Kumpulan Foto) Bencana Banjir Lahar Dingin Akibat Merapi Meletus Sangat Dahsyat.

Desa Ngadas terdiri dari dua dusun, yakni Dusun Ngadas dan Dusun Jarak Ijo, dengan presentase penganut agama Islam 30 persen, Hindu 30 persen serta Budha 30 persen. antaranews.com

Gunung Bromo, Mitos Gunung Bromo, Mitologi Joko Seger Loro Anteng, Kisah Mistis Gunung Brom, Wayang Kulit, Wayang Topeng, Sang Bethoro Bromo, Video Gunung Bromo Meletus, Youtube Letusan Bromo Terbaru, Foto Awan Wayang Bromo, Gamabar Penampakan Awan Bromo Mirip Wayang

(VIDEO) AWAN POCONG MERAPI FENOMENA TERBARU + FOTO Awan Panas Mirip Pocong Letusan Gunung Merapi

FOTO AWAN POCONG MERAPI WEDHUS GEMBEL ANEH - (Video Youtube) Fenomena Awan Panas Seperti Pocong Merapi dan Foto Awan Pocong Letusan Gunung Merapi. Yogyakarta - Sejumlah warga lereng Merapi kembali dihebohkan oleh fenomena aneh letusan Gunung Merapi tersebut. Setelah awan yang pernah muncul menyerupai Petruk, kini warga ramai membicarakan soal penampakan awan panas yang bentuknya mirip pocong. Lihat Video Youtube Awan Petruk Letusan Gunung Merapi Penampakan Penunggu Gunung Merapi Berbau Mistis.

Fenomena awan pocong Merapi tersebut berhasil direkam dalam sebuah video berdurasi 20 detik dan kini sudah beredar luas. Gumpalan awan panas yang keluar dari puncak Merapi membentuk wujud mirip wajah manusia dengan tali pocong yang terlepas di bagian kepala.

Setelah dilacak, video awan panas mirip pocong Gunung Merapi yang sudah menyebar dari ponsel ke ponsel itu ternyata berasal dari Marwoto (45), warga Tumpang Sari RT 05/ RW XIV, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.

Saat ditemui di komplek pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Kota Magelang, Marwoto bersama belasan warga sedang asyik menonton video yang banyak dinilai warga menyeramkan.

“Gambar ini saya dapat ketika letusan Merapi yang kedua, tepatnya pada hari Jumat (05/11/2010) dari Kawasan Selo, Boyolali,” kata Marwoto.

Marwoto menyatakan, dia berhasil mengabadikan momen itu saat awan panas dengan cepat membumbung tinggi dan mengarah ke barat daya.

“Ke arah barat Mas. Soalnya saya posisi di Selo sehingga naik ke atas kanan mengarah ke daerah Ambarawa,” kisah Marwoto.

Marwoto menambahkan, gambar itu diambil dari dalam rumah, tepatnya di balik kaca jendela rumah rekannya sehingga gambar terlihat agak kabur.

Usai mendapatkan gambar aneh itu, Marwoto mengaku mencari-cari apa makna dari wujud awan panas yang membentuk hantu pocong dengan tali bagian kepala pocong terlepas.

“Kalau saya dari beberapa orang pintar dan paranormal menyatakan gambar itu mempunyai makna bahwa perlu adanya keterbukaan antar sesama manusia.”ujar Marwoto

Awan berbentuk hantu pocong yang melayang diatas gunung merapi itu sampai saat ini menjadi pergunjingan masyarakat disekitar lering tersebut , mulai dari anak-anak, pelajar, ibu-ibu rumah tangga dan kalangan lain yang bisa menikmati video lewat ponsel. detik.com

Berikut ini  video awan panas mirip pocong Gunung Merapi meletus 5/11/10 dari youtube. Ternyata saat itu muncul fenomena aneh penampakan awan berbentuk Pocong paska awan petruk penunggu Merapi. Rekaman ponsel video awan pocong Merapi semakin membuat warga percaya kisah mistis dan klenik di balik letusan Gunung Merapi yang penuh dengan sejuta misteri dan keanehan di luar nalar manusia.

VIDEO YOUTUBE BANJIR LAHAR KALI CODE (FOTO) Bencana Banjir Lahar Dingin Akibat Merapi Meletus Sangat Dahsyat

GAMBAR BANJIR LAHAR KALI CODE - Video Youtube Banjir Lahar Kali Code (Kumpulan Foto) Bencana Banjir Lahar Dingin Akibat Merapi Meletus Sangat Dahsyat. Warga di bantaran Kali Code bersama aparat TNI membersihkan sampah bercampur lumpur dan pasir akibat banjir lahar, Selasa (30/11). Banjir lahar pada Senin (29/11) malam, terjadi setelah curah hujan dengan intensitas tinggi di sekitar lereng Gunung Merapi. Baca Bencana Banjir Lahar Dingin Kali Code Gunung Merapi Kondisi Terkini Kali Code Yogyakarta.

Pantauan di lapangan, sepanjang Kali Code ratusan warga melakukan pengerukan pasir dengan cara memasukkan ke dalam karung yang kemudian digunakan untuk meninggikan tanggul-tanggul. Seperti di bawah jembatan Jalan Sudirman, Kota Yogyakarta, puluhan warga RT 01/RW 01 Kelurahan Kota Baru, Kampung Jojoromomangun. “Semua yang di barat (Kali Code) ini warga kami dari RT 01/RW 01. Yang di timur (seberang kali) warga lain,” kata Darsan (44), Ketua RT01/RW 01 Kelurahan Kota Baru, Kampung Jojoromomangun, Kota Yogyakarta.

Darsan menjelaskan kemarin sekitar pukul 17.00 WIB, kondisi air di Kali Code masih 50 cm di bawah lantai rumah. Kemudian, karena intensitas hujan di putaran Merapi itu cukup tinggi dan cukup deras, wilayahnya kebagian kiriman banjir lahar ini. “Sekitar pukul 17.15 WIB, air mulai naik dan tidak sampai satu menit kemudian air langsung naik ke rumah warga yang ada di bantaran kali ini,” ujarnya.

Semua warga yang berada di tingkat 1 dan 2 sepanjang bantaran kali ini mengungsi ke Balai Serba Guna RT 01/01. Satu rumah kemasukan pasir dan empat rumah terkena imbas akibat hempasan air bercampur pasir.

Tidak ada korban jiwa di lingkungan tersebut. Darsan sendiri mengakui pemerintah, di tingkat pemerintah daerah, kecamatan atau kelurahan telah mengimbau semua warga yang ada di bantaran kali untuk naik atau mengungsi. “Tapi, kita lihat situasi dan kondisi dulu. Kalau kondisinya memang amat sangat membahayakan bagi keselamatan warga, yah kita mengungsi. Tapi, kalau tidak kita harus turun lagi. Kalau tidak turun, nanti siapa yang akan bersih-bersih,” jelasnya.

Suasana pembersihan yang sama juga terlihat di Ledok Terban Kecamatan Gondokusuman, Ledok Jogoyudan Kecamatan Jetis, Ledok Kota Baru Kecamatan Godokusuman dan Ledok Tukangan Kecamatan Danurejan. Hal yang sama juga di Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman dan juga di Kelurahan Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan.

Hingga berita ini diturunkan, hujan kembali terjadi di lereng Gunung Merapi. Dikhawatirkan, banjir lahar masih mengancam bila terjadi hujan lebat dalam waktu yang cukup lama. bipnewsroom.info/tribunnews.com

FOTO AKIBAT BENCANA BANJIR LAHAR KALI CODE

GAMBAR BENCANA BANJIR LAHAR DINGIN KALI CODE

FOTO BANJIR LAHAR KALI CODE YOGYAKARTA

Berikut ini peristiwa pasca Gunung Merapi meletus youtube video banjir lahar dingin Kali COde di Yogyakarta 2010.

BENCANA BANJIR LAHAR DINGIN KALI CODE MERAPI Kondisi Terkini Kali Code

FOTO TRAGEDI BANJIR LAHAR KALI CODE JOGJA - Bencana Banjir Lahar Dingin Kali Code Gunung Merapi Kondisi Terkini Kali Code Yogyakarta. Banjir lahar yang terjadi di Kali Code yang membelah kota Yogyakarta ini terjadi sejak pukul 17.00 sore tadi. Hingga kini, banjir yang sudah mengggenangi sebagian rumah warga setinggi lutut ini masih terus terjadi. Lihat Kumpulan Foto Anak Krakatau Satelit NASA Terbaru Dari Luar Angkasa dan Daftar Lengkap Gunung Api Status Waspada Status Terbaru Gunung Anak Krakatau.

Dari hasil pengamatan di lokasi pada pukul 19.30 WIB, sebagian rumah warga yang terkena banjir lahar ini bahkan sudah terisi oleh material yang berupa pasir. Meski demikian sebagian besar warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut masih enggan untuk mengungsi, tetapi ada juga beberapa warga yang sejak tadi sore langsung mengungsi ke tempat-tempat yang sudah ditentukan.

"Teman-teman belum pada mengungsi kok mas, jadi ya nunggu nanti saja bareng-bareng", ungkap salah sau warga code kepada detikcom, Senin (29/11/2010) malam.

Banjir lahar ini diperkirakan akibat terjadinya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di kawasan hulu Kali Code yang berada di lereng Merapi. Hasil pemantauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terjadi hujan lebat (48 mm/jam) di pos Ngepos pada pukul 14.55-17.25 WIB. Sedangkan dari Pos Jrakah, hujan teramati di pada pukul 10.50-11.05 WIB dengan intensitas sedang (12 mm/jam).

Di sisi lain, dalam keterangannya kepada wartawan di Media Center, Jl Kenari no 14A, Yogyakarta, Senin (29/11/2010), Kepala Bidang Pencegahan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana, Lilik Kurniawan telah mengimbau kepada seluruh warga bantaran Kali Code untuk tetap siaga.

"Saya sudah mengimbau kepada warga sekitar kali code untuk menjauhkan diri dari pinggiran kali code dan semua Camat, Ketua RW atau RT diminta untuk mengarahkan evakuasi warganya yang tinggal di sepanjang Kali Code", katanya.

Selain itu, Lilik juga menambahkan bahwa semua warga untuk menjauhi beberap jembatan yang dialiri lahar di kali Code tersebut.

"Hindari jembatan juga karena banjir lahar ini sangat berbahaya, karena tekanannya cukup tinggi dan membawa banyak material pasir", ungkap Lilik

Baca: Berita Terkini Gunung Bromo Bergemuruh Suara Proses Erupsi Saat Letusan Besar Bromo.

Dari hasil informasi terakhir yang diterima Medi Center, kawasan pemukiman di sekitar Jembatan Jambu di Jalan Jaminahan, air sudah memasuki rumah warga hingga setinggi lutut. Demikian pula pemukiman di Jalan Perahu, Kelurahan Kotabaru Kecamatan Gondokusuman, air Kali Code sudah meluap setinggi satu meter. detik.com

Gunung Merapi Meletus, Berita Terbaru Gunung Merapi, Bencana Banjir Lahar Dingin Kali Code, Video Banjir Lahar Dingin Kali Code, Youtube Lahar Dingin Gunung Merapi, Kondisi Terkini Kali Code, Korban Letusan Merapi Yogyakarta, Jumlah Korban Gunung Merapi Meletus 2010, Info Terakhir

FOTO-FOTO ANAK KRAKATAU SATELIT NASA TERBARU Gambar Gunung Krakatau Dari Angkasa

GUNUNG ANAK KRAKATAU - Kumpulan Foto-Foto Anak Krakatau Satelit NASA Terbaru Gambar Gunung Anak Krakatau Dari Angkasa Oleh Nasa. Pasca Merapi meletus dan sebelum Gunung Bromo dinyatakan 'awas', beberapa gunung berstatus 'waspada' dipantau secara serius termasuk Anak Krakatau. Lihat Status Terbaru Gunung Krakatau dan Daftar Lengkap Gunung Api Status Waspada Gempa Lampung 5,5SR Rangsang Gunung Krakatau Erupsi.

Tak hanya dipantau ahli gunung Indonesia, Anak Krakatau adalah satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1.

Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena terus-menerus bererupsi, ini juga dilatarbelakangi faktor historis.

Induknya, Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 sekitar pukul 10.20 dengan kekuatan 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki. Salah satu letusan gunung api paling kolosal sepanjang sejarah.

Saat itu, suara letusan Krakatau terdengar sampai Madagaskar dan Australia. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribuan orang.

Seperti dimuat situs NASA, foto terbaru Anak Krakatau diambil pada 17 November 2010 melalui instrumen Advanced Land Imager (ALI). Gambar tersebut merekam aktivitas Anak Krakatau mulai melambat.

Foto tersebut dimuat di situs Badan Antariksa AS itu pada 23 November 2010.

FOTO GUNUNG ANAK KRAKATAU NASA SATELIT EO-1

NASA juga pernah merekam foto Anak Krakatau pada tahun 2005 dan tahun 2004.

GAMBAR KRAKATAU DARI SATELIT NASA TERBARU

Sebelumnya, awal November 2010 lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan larangan pada warga, nelayan dan wisatawan mendekat pada radius 2 kilometer.

Sebab, Krakatau mengeluarkan gas berbahaya dan mengandung racun. Tak hanya itu, suhu air laut di sekitar Anak Krakatau juga mengalami peningkatan. Hal itu dikarenakan banyaknya material panas dari Anak Krakatau yang jatuh ke laut.

IMAGE GUNUNG ANAK KRAKATAU NASA

STATUS TERBARU GUNUNG KRAKATAU + DAFTAR GUNUNG STATUS WASPADA Gempa Lampung 5,5SR Rangsang Krakatau Erupsi

FOTO ANAK KRAKATAU DARI SATELIT NASA - Status Terbaru Gunung Krakatau Daftar Lengkap Gunung Api Status Waspada Gempa Lampung 5,5SR Rangsang Krakatau Erupsi. Gunung Anak Krakatau terus dipantau pasca-aktivitas yang kian meningkat. Peningkatan aktivitas gunung di selat Sunda ini dipicu gempa 5,5 Skala Richter (SR) yang melanda barat daya Krui, Lampung, awal November lalu. Baca Abu Vulkanik Krakatau Mengandung Gas Beracun Berbahaya dan Berita Terkini Gunung Bromo Bergemuruh Suara Proses Erupsi Saat Letusan Besar Bromo.

Sejak awal 3 November lalu, Gunung Anak Krakatau mulai mengeluarkan gas yang berbahaya. Gas yang terus-menerus keluar ini merupakan tanda telah terjadinya erupsi. Ditambah pula fakta bahwa ada peningkatan suhu air laut di sekitar gunung.

Menurut Andi Arief, Staf Ahli Bencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pesan singkatnya, Senin 29 November 2010, ketinggian asap letusan gunung ini terpantau mencapai 200-800 meter.

Data ini merupakan akumulasi pengamatan Minggu 28 November 2010 pukul 06.51 hingga 16.35 WIB.

"Sembilan kali gempa vulkanik dalam, 123 kali vulkanik dangkal, 60 kali gempa letusan, dan 63 kali tremor letusan," kata dia.

Dari segi visual, asap letusan berwarna kelabu dan hitam. Meski aktivitas yang terus terjadi, status Anak Krakatau masih berstatus Waspada level dua.

Pemerintah akan terus memantau setiap perkembangan Anak Krakatau. Tak hanya pemerintah Indonesia, gunung itu juga masuk dalam daftar 100 gunung berapi yang terus dipantau oleh NASA. Lembaga Amerika itu memantau lewat satelit Earth Observing-1 atau EO-1. Pekan lalu NASA menerbitkan gambar terbaru gunung itu yang dipotret dari luar angkasa.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, saat ini terdapat 19 Gunung Api yang statusnya waspada dari 68 Gunung Api di Indonesia. vivanews.com

Berikut daftar gunung api yang berstatus waspada lengkap:

1. Gunung Selawah Agam
2. Sinabung
3. Talang
4. Kerinci
5. Kabah
6. Anak Krakatau
7. Papandayan
8. Slamet
9. Bromo
10.Semeru
11. Batur
12. Anak Rinjani
13. Rokatenda
13. Egon
14. Soputan
15. Lokon
16. Gamalama
17. Dukunu
18. Karang etang
19. Ibu

Gunung Krakatau, Status Terbaru Gunung Krakatau, Anak Gunung Krakatau Meletus, Video Krakatau Meletus, Youtube Letusan Krakatau Terbaru, Daftar Gunung Berapi Status Waspada, Gempa Lampung 5,5SR, Kondisi TErakhir Krakatau Erupsi, Gelobang Sunami Jakarta Tenggelam

GUNUNG BROMO KEMBALI MELETUS Letusan Bromo Terbaru Berbau Belerang Menyengat

Gunung Bromo Kembali Meletus Letusan Bromo Terbaru Berbau Belerang Menyengat. PROBOLINGGO - Letusan Gunung Bromo yang disertai asap hitam pekat setinggi sekitar 1.200 meter, juga menimbulkan bau belerang. Akibatnya, aktivitas warga di Cemorolawang, Ngadisari, Sukapura, Probolinggo pun terhenti. Lihat Foto-foto Gunung Bromo Meletus Mengeluarkan Api Letusan Bromo Erupsi Bercampur Material Vulkanik dan Gunung Bromo Meletus Dahsyat Semburan Abu Vulkanik Bromo Mencapai Ketinggian 1 Km Sangat Hebat.

Warga yang saat itu tengah bertani atau berkebun segera menghentikan aktivitasnya. Apalagi, bau belerang tercium hingga 3 Km dari kawah Gunung Bromo.

"Kami hanya menjalankan imbauan yang disampaikan kepala desa. Pokoknya ada perubahan terhadap perilaku Gunung Bromo dan hal-hal yang janggal, untuk segera melapor ke posko dan menghentikan aktivitas," ujar Toyo (29), petani asal Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo kepada detiksurabaya.com, Minggu (28/11/2010).

Dari pantauan detiksurabaya.com, masyarakat yang menjalankan aktivitasnya di penanjakan dua seperti berkebun atau bertani, mulai menghentikan aktivitasnya. Mereka kembali ke rumahnya masing-masing.

Sementara itu, aparat gabungan dari TNI dan Polri juga terlihat bersiaga di sekitar lokasi, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Gunung Bromo yang meletus sekitar pukul 14.30 WIB, dengan diserta asap tebal hitam pekat setinggi sekitar 1.200 meter. Setelah letusan, terdengar suara gemuruh dari Gunung Bromo yang terdengar hingga radius 3 Km.

Namun, suara gemuruh dari gunung eksotik di Jawa Timur ini sudah tak terdengar lagi sekitar pukul 15.35 WIB. detik.com

Gunung Bromo, Berita Terbaru Bromo, Gunung Bromo Meletus, Semburan Abu Vulkanik Gunung Bromo, Video Letusan Dahsyat Gunung Bromo, Youtube Gunung Bromo Meletus, Asap Material Vulkanik Gunung Bromo, Erupsi Gunung Bromo, Asap Belerang Bromo Beracun, Kondisi Terkini Bromo

(FOTO) GUNUNG BROMO MELETUS MENGELUARKAN API Letusan Bromo Erupsi Bercampur Material Vulkanik

GAMBAR LETUSAN GUNUNG BROMO 2010 - (Foto) Gunung Bromo Meletus Mengeluarkan Api Letusan Bromo Erupsi Bercampur Material Vulkanik. Gunung Bromo yang belakangan ini aktivitasnya meninggi akhirnya mengeluarkan api. Sekitar pukul 17.00 WIB tadi, terjadi letusan kecil di gunung tereksotik di Pulau Jawa ini. Lihat Gunung Bromo Meletus Tanggal 26-11-10 Semburan Abu Vulkanik Bromo Mencapai 1 Km Sangat Dahsyat.

“Letutas kecil terjadi tadi sore. Saat ini erupsi yang keluar berupa api,” ujar petugas Pos Pantau Bromo, Ahmad Subhan, saat dikonfirmasi okezone, Jumat (26/11/2010).

Subhan menambahkan, saat ini aktivitas Gunung Bromo semakin meninggi, terlebih sejak siang tadi Bromo diguncang gempa vulkanik sebanyak 12 kali.

“Tremor terkecil tiga millimeter dan terbesar hingga 12 milimeter. Namun, radius aman tetap tiga kilometer. Kami masih terus memantau aktivitas Bromo,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah ada evakuasi kepada warga atau tidak. Beredar kabar, pemerintah setempat saat ini masih menggelar pertemuan untuk membahas aktivitas Gunung Bromo.

Meski sama-sama gunung berapi, namun Bromo memiliki karekter berbeda dengan Gunung Merapi. Putu Artama, peneliti dari Pusat Kebumian dan Bencana Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) sempat menyatakan, saat meletus Gunung Bromo tidak sama dengan Merapi.

"Karakteristik Gunung Bromo merupkan low volcanic, tidak seperti Merapi yang high volcanic. Jika terjadi letusan, material yang dimuntahkan Bromo berupa pasir dan abu," terang Putu.

Bromo pernah meletus pada 1974. Letusan itu merupakan terdahsyat sepanjang sejarah Gunung Bromo, yakni radius 6-10 kilometer. Namun warga sekitar hanya menggunakan tudung untuk melindungi dari hujan abu. Jangan heran jika di sekitar Gunung Bromo ada lautan pasir. Pasir-pasir itulah hasil muntahan material gunung Bromo.

Dia menjelaskan, jika di Gunung Merapi ada awan panas atau wedhus gembel, Gunung Bromo yang bahaya adalah asap yang berwarna kekuning-kuningan yang berasal dari belerang. Sebab, asap ini dapat mengganggu pernapasan. okezone.com

Lihat kumpulan foto-foto Gunung Bromo meletus Jumat 26 Nopember 2010 jam 17.22-17.40

FOTO GUNUNG BROMO MELETUS ASAP HITAM TEBAL API SET1NGGI KM

GAMBAR GUNUNG BROMO SEBELUM MELETUS JUMAT 26/11/10

FOTO GUNUNG BROMO MELETUS MENGELUARKAN API DAHSYAT 26-11-10

GAMBAR LETUSAN GUNUNG BROMO TERBESAR 2010

Gunung Bromo, Gunung Bromo Meletus 26/11/10, Semburan Abu Vulkanik Gunung Bromo, Video Letusan Dahsyat Gunung Bromo 26 Oktober 2010, Youtube Gunung Bromo Meletus 26/11, Berita Terbaru Bromo, Asap Material Vulkanik Gunung Bromo, Erupsi Gunung Bromo

GUNUNG BROMO AKHIRNYA MELETUS 26-11-10 Semburan Abu Vulkanik 1 Km Sangat Dahsyat

FOTO GUNUNG BROMO MELETUS - Gunung Bromo Meletus Tanggal 26-11-10 Semburan Abu Vulkanik Bromo Mencapai 1 Km Sangat Dahsyat. Lihat Video Youtube Gunung Bromo Meletus Semburan Racun Belerang Vs Letusan Gunung Merapi Awan Panas Wedhus Gembel. Gunung Bromo di Jawa Timur yang berstatus awas meletus pada pukul 17.40, Jumat 26 November 2010. Asap tebal bercampur abu kehitaman mencapai ketinggian 600 meter - 1000 meter. Lihat juga Foto-foto Gunung Bromo Meletus NASA Gambar Bromo Dari Satelit NASA.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengatakan, letusan ini bersifat minor dan tidak disertai dentuman. "Material letusan berupa abu yang jatuh di sekitar kawah," kata Surono.

Saat ini gempa tremor terjadi terus menerus dengan amplituda rata-rata 15 milimeter.

Menurut petugas pengamatan di pos pantau di Desa Ngadisari, Sikapura, Probolinggo, Ahmad Subhan, mengatakan, gempa tremor hingga saat ini masih terjadi. "Penduduk di sekitar masih aman," katanya.

Bromo dinyatakan 'awas' sejak 23 Oktober 2010 lalu. Dosen Pasca Sarjana Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan peneliti di Pusat Studi Kebumian dan Bencana, Dr Putu Artama, mengatakan karakteristik Bromo berbeda dengan Merapi.

"Jika terjadi letusan, material yang dimuntahkan pasir dan abu dengan kisaran radius 6 sampai 10 kilometer," kata Putu.

Itu berbeda dengan material yang dimuntahkan Gunung Merapi berupa lava pijar dan bebatuan, juga awan panas 'wedhus gembel'.

Selain itu, Bromo juga terbentengi oleh lautan pasir. Topografi Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. "Yang membayakan itu adanya semburan berwarna kekuningan, karena kandungan belerang yang banyak sangat berbahaya jika dihirup manusia," jelas Putu. vivanews.com

Gunung Bromo, Gunung Bromo Meletus, Gunung Bromo Meletus 26/11/10, Semburan Abu Vulkanik Gunung Bromo, Video Letusan Dahsyat Gunung Bromo 26 Oktober 2010, Youtube Gunung Bromo Meletus 26/11, Berita Terbaru Bromo, Asap Material Vulkanik Gunung Bromo

STATUS TERKINI GUNUNG BROMO Abu Bromo Mencapai Malang Jawa Timur

FOTO GUNUNG BROMO MELETUS TERBARU - Status Terkini Gunung Bromo Abu Bromo Mencapai Malang Jawa Timur. Info Terakhir Probolinggo - Hembusan abu vulkanik Gunung Bromo mulai dirasakan warga di kawasan Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (25/11/2010). Baca Berita Terbaru Gunung Bromo Kawasan Rawan Bencana Letusan Gunung Bromo dan Fenomena Letusan Gunung Toba Senjata Pemusnah Massal Tuhan Bumi Gelap Suhu Turun Jutaan Manusia Binasa.

Kepala Desa Ngadas Kartono mengakui, sejak status Gunung Bromo menjadi "Awas" (level IV) bau menyengat abu vulkanik mulai dirasakan warga. Kondisi ini dirasakan warga hampir setiap pagi. "Bau khas abu vulkanik ini setiap pagi pasti `menyapa' kami, apalagi sejak Gunung Bromo dinaikkan statusnya menjadi `awas'," tegas Kartono, Kamis.

Dari beberapa dusun yang ada di Desa Ngadas, lanjut Kartono, lokasi yang paling parah merasakan bau menyengat abu vulkanik Gunung Bromo adalah Dusun Jarak Ijo. Karena, abu bergerak dari arah utara dan melewati dusun tersebut.

Kartono juga mengatakan, warganya sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu, sehingga masyarakat tidak panik dan tetap melakukan kegiatan (aktivitas) sehari-hari. Hanya saja, kalau mereka melakukan aktivitas di luar rumah diminta untuk tetap mengenakan masker.

Selain mengenakan masker, tambah Kartono, masyarakat yang melakukan kegiatan diluar rumah juga diimbau mengenakan kaca mata agar terhindar dari debu vulkanik. "Kami sudah mengimbau kepada masyarakat untuk memakai penutup hidung (masker) dan kaca mata jika menjalankan aktivitas hariannya di luar rumah," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hembusan abu vulkanik di kawasan Poncokusumo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang telah membagikan masker kepada warga daerah itu sebanyak 2.000 buah secara gratis.

Selain itu, Dinkes juga mengirimkan empat orang tenaga medis ke lokasi perbatasan dan terimbas paling parah jika Gunung Bromo meletus, yakni Kecamatan Poncokusumo.

Lihat: Video Youtube Gunung Bromo Meletus Vs Letusan Gunung Merapi Semburan Racun Belerang Vs Awan Panas Wedhus Gembel

Keempat tenaga medis itu adalah ahli lingkungan, logistik apoteker, penyuluh kesehatan serta spesialis penyakit menular."Mereka juga mendirikan posko kesehatan darurat agar penanganan masyarakat di daerah itu bisa segera dilakukan," tegas Kepala Dinkes Kabupaten Malang M Fauzi. tribun-timur.com

Gunung Bromo, Gunung Bromo Status Awas, Status Terkini Gunung Bromo, Berita Terbaru Kondisi Gunung Bromo, Info Terakhir Gunung Bromo Probolinggo, Jawa Timur, Frekuensi Gempa Tremor Bromo, Video Gunung Bromo Meletus, Youtube Letusan Gunung Bromo, PVMBG, Bahaya Batu Pijar Gunung Bromo, Gunung Bromo Meletus Keluarkan Bom Batu Pijar, Gempa Besar Gunung Bromo, Gempa Raksasa 11 SR Akibat Letusan Bromo, Berita Terbaru Gunung Bromo, Daftar Kawasan Rawan Bencana, Info Terkini

FENOMENA LETUSAN GUNUNG TOBA SENJATA PEMUSNAH MASSAL TUHAN Bumi Gelap Suhu Turun Jutaan Manusia Binasa

GUNUNG TOBA MELETUS DAHSYAT - Fenomena Letusan Gunung Toba Senjata Pemusnah Massal Tuhan Bumi Gelap Suhu Turun Jutaan Manusia Binasa. Mungkin judul ini sedikit bombastis, namun dampak Gunung Toba Meletus sangat luar biasa bagi kehidupan manusia. Padahal kejadiannya 74 ribu tahun yang lampau! Gunung Merapi dan Bromo belum seberapa. Lihat Video Youtube Gunung Bromo Meletus Vs Letusan Gunung Merapi Semburan Racun Belerang Vs Awan Panas Wedhus Gembel dan Vidio Youtube Gunung Merapi Meletus Ribuan Warga Panik Awan Panas Terjang Sleman Dan Klaten.

Letusan Gunung Toba yang melontarkan jutaan metrik ton debu volkanik, sulfur, dan partikel-partikel lain ke atmosfir pada 74 ribu tahun yang lalu disebut-sebut menyebabkan penggelapan langit, penurunan suhu global hingga 10 derajat Celcius selama hampir satu dekade dan membinasakan sebagian besar umat manusia.

Ternyata, dari penelitian terbaru, efek cuaca yang disebabkan letusan Toba lebih ringan dan reda relatif lebih cepat dibanding perkiraan yang dibuat oleh pada arkeolog dan klimatolog sebelumnya. Manusia yang mengalami bencana letusan Toba itu diperkirakan berhasil melewatinya dengan selamat.

Meski dari sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa letusan Toba yang kini meninggalkan danau volkanik terbesar di dunia itu menggelapkan dan membekukan dunia, menggunakan data letusan gunung Pinatubo, Filipina tahun 1991, Stephen Self, volkanologis dari Open University, Milton Keynes, Inggris dan Michael Rampino, paleobiologis dari New York University, menyatakan bahwa efek pendinginan suhu akibat letusan Toba hanya mencapai 3 sampai 5 derajat saja.

Berdasarkan data yang didapat dari situs arkeologi di India, tim antropolog University of Oxford, Inggris, yang dipimpin oleh Michael Petraglia menyebutkan bahwa manusia yang tinggal tidak jauh dari zona letusan justru malah berhasil melewati bencana tersebut dengan mudah.

Untuk mencari titik terang, tim peneliti yang dipimpin oleh Claudia Timmreck, dari Max-Planck Institute for Meteorology di Hamburg, Jerman membuat pemodelan yang mampu menggambarkan lebih realistis (meski metode ini juga memiliki beberapa kekurangan) apa yang terjadi saat Toba meletus.

Peneliti fokus ke bagaimana partikel sulfate aerosol yang terbentuk di stratosfir akibat letusan sulfur dioksida yang mengandung gas mendinginkan atmosfir dengan cara memantulkan sinar matahari. Dari data yang didapat, dan disesuaikan dengan asumsi yang sudah dibuat sebelumnya, diketahui bahwa Toba mengirimkan sekitar 850 juta metrik ton sulfur ke atmosfir. Angka ini 100 kali lebih banyak dibanding setoran gunung Pinatubo ke atmosfir.

Dari simulasi juga diketahui bahwa dampak Toba memang hanya menurunkan suhu sebanyak 3 sampai 5 derajat Celcius di seluruh dunia. Akan tetapi, konsentrasi sulfur tidaklah padat dan segera hilang dari stratosfir selama 2 sampai 3 tahun saja. Perubahan temperatur secara ekstrim yang terjadi di Afrika dan India hanya berlangsung selama 1 sampai 2 tahun. Di kawasan ini, di tahun pertama suhu turun 10 derajat dan 5 derajat di tahun kedua.

Menurut Timmreck, seperti dikutip dari ScienceMag, 25 November 2010, Toba juga tidak memusnahkan flora dan fauna. Namun Timmreck mengakui, kehidupan di masa-masa tersebut memang sulit.

Lihat: Video Youtube Letusan Gunung Berapi Terdahsyat Di Dunia (Foto) Gunung Meletus Paling Hebat Sepanjang Masa.

Michael Petraglia berpendapat, Toba memang bukanlah penyebab utama anjloknya jumlah populasi manusia di era tersebut. Akan tetapi Toba membuat situasi menjadi makin parah. Langkah selanjutnya, kata Petraglia, peneliti masih harus melanjutkan hasil temuan simulasi tersebut dengan observasi langsung di kawasan sekitar Toba untuk mengetahui secara lebih akurat dampak lingkungan yang terjadi. vivanews.com

Fenomena Alam, Fenomena Letusan Gunung Toba, Video Gunung Toba Meletus Hebat, Youtube Letusan Gunung Berapi Dahsyat, Foto Gunung Toba Meletus, Gambar Gunung Toba Terbaru, Senjata Pemusnah Massal, Kekuasaan Tuhan, Dampak Letusan Gunung Toba

BERITA TERBARU GUNUNG BROMO KAWASAN RAWAN BENCANA Letusan Gunung Bromo

FOTO GUNUNG MERAPI MELETUS - Berita Terbaru Gunung Bromo Kawasan Rawan Bencana Letusan Gunung Bromo. Probolinggo - Status Terkini Gunung Bromo sudah ditingkatkan menjadi awas. Untuk mengantisipasi hal tidak yang diinginkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo dibantu Kepolisian setempat telah menetapkan 3 Kawasan Rawan Bencana (KRB). Lihat Video Youtube Gunung Bromo Meletus Vs Letusan Gunung Merapi Semburan Racun Belerang Vs Awan Panas Wedhus Gembel dan Potensi Gempa Besar 11SR Akibat Gunung Bromo Meletus PVMBG Surono Potensi Status Awas Bromo

Penetapan 3 KRB itu disampaikan langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP Zulfikar, di hadapan Menko Kesra Agung Laksono di Pendopo milik Pemkab Probolinggo, Jl Ahmad Yani, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (24/11/2010), malam.

"Mengantisipasi jika terjadi bencana di puncak Gunung Bromo, kita sudah menetapkan kawasan becana. KRB I itu berada di radius 3 kilometer dari kawah Bromo," ujar Zulfikar.

Saat ini di kawasan tersebut, terdapat 699 orang yang tinggal di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo. Semua warga di desa itu juga masih belum terlihat ingin mengungsi.

"Kalau sampai saat ini mereka masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa," lanjutnya.

KRB II, lanjutnya, berada di radius 6 Km. 288 orang penduduk dari tiga desa yaitu Desa Ngadisari, Desa Jetak, dan Desan Wonotoro jug masih mendiami rumah mereka.

Sedangkan untuk KRB III, berada pada radius 10 Km dari kawah Bromo. Pada radius ini setidaknya ada 6.344 warga yang berasal dari 6 desa, yaitu Desa Ngadisari, Desa Ngadas, Desa Jetak, Desa Wonotoro, dan Desan Wonokerto dan Desa Ngadirejo.

"Total warga yang tinggal di lereng Bromo ini lebih kurang ada 19 ribu warga," jelasnya. detik.com

Gunung Bromo, Berita Gunung Bromo, Gunung Bromo Status Awas, Status Terkini Gunung Bromo, Berita Terbaru Kondisi Gunung Bromo, Info Terakhir Gunung Bromo Probolinggo, Jawa Timur, Frekuensi Gempa Tremor Bromo, Video Gunung Bromo Meletus, Youtube Letusan Gunung Bromo, PVMBG, Bahaya Batu Pijar Gunung Bromo, Gunung Bromo Meletus Keluarkan Bom Batu Pijar, Gempa Besar Gunung Bromo, Gempa Raksasa 11 SR Akibat Letusan Bromo, Berita Terbaru Gunung Bromo, Daftar Kawasan Rawan Bencana, Info Terkini

(VIDEO) GUNUNG BROMO MELETUS VS LETUSAN GUNUNG MERAPI Semburan Racun Belerang Vs Awan Panas Wedhus Gembel

(Video Youtube) Gunung Bromo Meletus Vs Letusan Gunung Merapi Semburan Racun Belerang Vs Awan Panas Wedhus Gembel. Sejak Selasa 23 November 2010 pukul 16.30 WIB, Bromo berstatus Awas. Sejumlah pihak mengkhawatirkan, gunung ini akan meletus seperti halnya Merapi. Lihat Info Gempa Besar 11SR Akibat Gunung Bromo Meletus PVMBG Surono Potensi Status Awas Bromo dan Foto-foto Gunung Bromo NASA Gambar Bromo Dari Satelit NASA Indah

Namun, dosen Pasca Sarjana Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan peneliti di Pusat Studi Kebumian dan Bencana, Dr Putu Artama mengatakan, Bromo beda dengan Merapi.

Kata dia, gunung tersebut memiliki karakteristik atau model erupsi kecil. "Karakteristik yang dimiliki berbeda dengan gunung lainnya seperti Merapi yang tergolong high volcanic. Jika terjadi letusan, material yang dimuntahkan Bromo berupa pasir dan abu dengan kisaran radius 6 sampai 10 kilometer," terang Dr Putu Artama kepada VIVAnews.com.

Material itu berbeda dengan yang dimuntahkan Gunung Merapi. Pada saat erupsi, Merapi menyemburkan lava pijar dan bebatuan. Juga awan panas 'wedhus gembel'.

Bromo juga terbentengi oleh lautan pasir. Seperti diketahui, topografi Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah sekitar 800 meter (utara-selatan) dan 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 kilo meter dari pusat kawah gunung.

"Yang membayakan itu adanya semburan berwarna kekuningan, karena itu kandungan belerang dan sangat berbahaya jika terhirup," tegas Putu Artama.

Sementara untuk kekuatan letusan, menurutnya tergantung keberadaan dapur magma. Semakin dalam dapur magma semakin kuat daya dorong atau muntahan yang dimiliki dan sebaliknya. Terkait itu, pemerintah harus melengkapi teknologi deteksi yang memadai.

Ditambahkan, untuk mengurangi frekwensi letusan sangat tidak mungkin. Sebaliknya yang perlu dilakukan adalah mengurangi dampak dari 'ulah' Gunung Tengger Purba tersebut.

Pihaknya menyarankan pemerintah tanggap dengan semua itu. Misalnya, dengan memberitahukan kepada warga sekitar tentang perkembangan yang terjadi. Seperti kapan saatnya untuk dikosongkan. Penentuan jalur evakuasi dan titik-titik pengungsian di radius yang aman.

"Kita harus memikirkan skenario yang terburuk. Ini yang seharusnya sejak di status 'Awas' sudah disiapkan. Di list, siapa yang diberi tanggungjawab dan pelaksananya. Berapa jumlah KK yang harus dievakuasi, kemudian ditempatkan dimana, radiusnya berapa untuk kategori aman dan tidak lupa mempertimbangkan pemenuhan berbagai kebutuhan masyarakat pengungsi. Serta untuk berapa lama mereka tinggal di pengungsian," urainya.

Dihubungi terpisah, pakar Ilmu Geologi dan Kegunungapian Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Amien Widodo menjelaskan, peningkatan status di Bromo harus diwaspadai. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun menyiapkan diri untuk menghadapi situasi darurat.

"Antara lain, menyimpan surat atau dokumen-dokumen penting dalam satu tas. Menyiapkan pakaian seperlunya dan makanan untuk kebutuhan mengungsi selama minimal 3 hari. Jangan terpancing isu-isu yang tidak jelas. Sebaliknya, selalu mendengarkan informasi dari yang berwenang," kata Amien Widodo.

Untuk pemerintah juga harus tanggap. "Ungsikan dulu kelompok masyarakat renta dan lain-lain. Mengingat perubahan status bisa berubah setiap saat, bisa dini hari atau kapan saja," pungkas Amien. vivanews.com

Berikut ini berita terbaru video Gunung Bromo Meletus mengeluarkan semburan awan beracun belerang sulfatara youtube. Letusan Gunung Bromo memang berbeda dengan Gunung Merapi yang bersifat high volcanic. Gunung Bromo merupakan Gunung Tengger Purba yang siap mengamuk lagi. Coba bandingkan dengan Vidio Youtube Gunung Merapi Meletus Ribuan Warga Panik Awan Panas Terjang Sleman Dan Klaten.

INFO GEMPA BESAR AKIBAT GUNUNG BROMO MELETUS PVMBG SURONO Potensi Status Awas Bromo

FOTO GUNUNG BROMO MELETUS SEMBURAN ASAP - Info Gempa Besar Akibat Gunung Bromo Meletus PVMBG Surono Potensi Status Awas Bromo. Jakarta-Badan Geologi menegaskan aktifitas Gunung Bromo yang naik tidak akan menyebabkan gempa. Bromo saat ini statusnya sudah Awas yang merupakan status bahaya tertinggi. Lihat Foto-foto Gunung Bromo NASA Gambar Bromo Dari Satelit NASA Indah dan Gunung Bromo Meletus Semburan Bom Batu Pijar Potensi Letusan Gunung Bromo Jawa Timur Status Awas.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono.

“Hingga saat ini, belum ada perubahan. Status Gunung Bromo masih Awas sejak kemarin. Tapi, masyarakat sudah diminta untuk mengungsi. Jadi, jangan khawatir,” tegas Surono.

Selain itu, ia membantah Gunung Bromo yang mulai rutin mengeluarkan abu dan letusan ini akan menyebabkan gempa.

“Letusan memang biasa muncul di gunung api aktif, apalagi berstatus Awas seperti Gunung Bromo. Tapi, tidak akan menciptakan gempa.”

Awal bulan ini, Gunung Bromo mulai mengeluarkan abu dari puncaknya. Ini menjadi salah satu gunung paling aktif di Indonesia. Di tahun 2004, gunung itu meletus dan menewaskan dua orang. inilah.com

Gunung Bromo, Berita Gunung Bromo, Gunung Bromo Status Awas, Status Terkini Gunung Bromo, Berita Terbaru Kondisi Gunung Bromo, Info Terakhir Gunung Bromo Probolinggo, Jawa Timur, Frekuensi Gempa Tremor Bromo, Video Gunung Bromo Meletus, Youtube Letusan Gunung Bromo, PVMBG, Bahaya Batu Pijar Gunung Bromo, Gunung Bromo Meletus Keluarkan Bom Batu Pijar, Gempa Besar Gunung Bromo, Gempa Raksasa Akibat Letusan Bromo

FOTO GUNUNG BROMO NASA GAMBAR BROMO DARI SATELIT NASA Indah Namun Berbahaya

GUNUNG BROMO DARI ANGKASA - Foto-foto Gunung Bromo NASA Gambar Bromo Dari Satelit NASA Indah Namun Berbahaya. Gunung Bromo kini jadi pusat perhatian. Sebab, gunung setinggi 2.392 meter itu menyimpan potensi bahaya. Pada Selasa 23 November 2010 pukul 16.30 WIB, diputuskan Bromo berstatus Awas atau Level IV. Lihat Gunung Bromo Meletus Semburan Bom Batu Pijar Potensi Letusan Gunung Bromo Jawa Timur Status Awas.

Peningkatan status Awas kurang dari 24 jam dari peningkatan status Waspada ke Siaga yakni pada Senin 22 November pukul 23.00 WIB. Belum diketahui, apakah Bromo akan erupsi, namun sejarah mencatat berulang kali gunung ini bergejolak. Yang terakhir pada tahun 2004.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengabadikan foto satelit Merapi pada 8 Juli 2010. Gambar tersebut diambil melalui satelit IKONOS.

Sementara, satelit mikro Proba milik Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) mengambil foto Bromo pada 19 Juni 2004.

FOTO BROMO SATELIT NASA TERBARU
Foto Gunung Bromo yang diambil Satelit NASA

Gambar ini diambil dengan instrumen Compact High Resolution Imaging Spectrometer (CHRIS). Gambar ini sungguh cantik. Bahkan sutus environmental graffiti menobatkan foto itu sebagai satu dari 20 foto gunung tercantik di dunia.

GAMBAR GUNUNG BROMO IKONOS CANTIK
Gambar Bromo diambil dari satelit IKONOS 8 Juli 2001

Penampilan cantik Bromo diambil dari satelit ESA Earth Observation

Sama seperti Merapi, bagi penduduk sekitarnya, Bromo sangat berarti. Bukan hanya soal ekonomi -- tanahnya yang subur dan daya tarik wisatanya.

Diambil dari nama dewa utama Hindu, Brahma, Bromo bagi masyarakat Tengger adalah gunung suci.

Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo.

Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. vivanews.com

Kumpulan Foto-foto Gunung Bromo Dari Luar Angkasa NASA

GAMBAR GUNUNG BROMO MELETUS DARI SATELIT NASA LUAR ANGKASA
FOTO LETUSAN GUNUNG BROMO SATELIT NASA CANTIK DAN INDAH

GUNUNG BROMO MELETUS SEMBURAN BOM BATU PIJAR Potensi Letusan Gunung Bromo Jawa Timur Status Awas

FOTO LETUSAN GUNUNG BROMO ASAP PUTIH - Gunung Bromo Meletus Semburan Bom Batu Pijar Potensi Letusan Gunung Bromo Jawa Timur Status Awas. Berita Terkini - Pos pengamat Gunung Bromo meminta masyarakat tidak panik dengan status Awas pada gunung itu. Karena, jika meletus Gunung Bromo hanya akan melontarkan bom batu pijar dengan radius tidak lebih dari 2 kilometer. Baca Gunung Bromo Status Awas Berita Terbaru Kondisi Gunung Bromo Gempa Tremor Terus Terjadi dan Video Youtube Perang Korut Vs Korsel Serangan Korea Utara Ke Pulau Yeonpyeong Akan Dibalas Korea Selatan.

"Kalau meletus Gunung Bromo hanya melontarkan bom batu pijar. Tidak seperti gunung berapi lainnya," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Bromo, M. Syafi'i, saat berbincang dengan detiksurabaya,com melalui telepon.

Menurut Syafi'i, lontaran batu atau bom batu pijar itu, akan sama seperti yang terjadi saat Gunung Bromo meletus pada tahun 2004 lalu. Sedangkan material lainnya seperti abu vulkanik yang keluar, tergantung ke arah mana angin saat itu.

"Saat meletus tahun 2004, lontaran bom batu pijar hanya sejauh sekitar 1 km. Kalau saat ini arah angin ke barat, jadi abu vulkanik akan mengarah ke barat," jelas Syafi,i.

Dari pengamatan visual yang dilakukan pos pantau, saat ini tambah Syafi'i, dari kawah Gunung Bromo mengeluarkan asap putih tebal keabu-abuan setinggi sekitar 250 meter.

Meski tidak berbahaya seperti gunung berapi lainnya, namun Syafi'i tetap mengimbau kepada wisatawan dan warga yang tinggal di sekitar Gunung Bromo untuk tidak memasuki kawasan kaldera (lautan pasir). Karena lokasi itu saat ini harus steril dari aktivitas apapun.

"Jarak 2,5 hingga 3 kilometer dari kawah Bromo harus steril," tegas Syafi'i.. detik.com

Gunung Bromo, Berita Gunung Bromo, Gunung Bromo Status Awas, Status Terkini Gunung Bromo, Berita Terbaru Kondisi Gunung Bromo, Info Terakhir Gunung Bromo Probolinggo, Jawa Timur, Frekuensi Gempa Tremor Bromo, Video Gunung Bromo Meletus, Youtube Letusan Gunung Bromo, PVMBG, Bahaya Batu Pijar Gunung Bromo, Gunung Bromo Meletus Keluarkan Bom Batu Pijar

GUNUNG BROMO STATUS AWAS BERITA TERBARU Kondisi Gunung Bromo Gempa Tremor Terus Terjadi

FOTO GUNUNG BROMO TERKINI MELETUS - Gunung Bromo Status Awas Berita Terbaru Kondisi Gunung Bromo Gempa Tremor Terus Terjadi. Gunung Bromo yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Untuk itu pemerintah menaikkan status Bromo dari siaga menjadi awas. Foto NASA Terbaru Gunung Merapi Indonesia Gambar Merapi Dari Antariksa Satelit Terra NASA dan Daftar 21 Gunung Berapi Di Indonesia Aktif Dalam Status Awas Waspada Siaga Siap Meletus Gunung Api Tipe A Dan Tipe B.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Selasa (23/11/2010), dalam situsnya menjelaskan status Bromo menjadi awas mulai pukul 16.30 WIB.

"Berdasarkan pengamatan data kegempaan dan visual serta analisis data, status kegiatan G. Bromo dinaikkan menjadi Awas (Level IV) sejak 23 November 2010 pukul 16.30 WIB."

Hari ini sejak pukul 03.00 gempa tremor terjadi terus menerus dengan amplitudo maksimum 10-15 mm, dominasi 11 mm. Pukul 06.51 WIB Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 15 mm. sejak pukul 15.40 terekam Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 30 mm.

Tanggal 22 – 23 November 2010 teramati hembusan asap berwarna putih sedang – putih tebal, tekanan kuat tinggi 250 meter di atas bibir kawah, condong ke arah utara.

Lihat: Berita Terbaru Gunung Semeru Terjadi Gempa Dan Letusan Semeru.

Adapun potensi bahaya yang akibat aktivitas vulkanik di Gunung Bromo adalah sebagai letusan freatik yang tiba-tiba. Pada tahun 2004 Bromo pernah meletus dengan singkat tanpa ciri-ciri awal yang kurang jelas. detik.com

Gunung Bromo, Berita Gunung Bromo, Gunung Bromo Status Awas, Status Terkini Gunung Bromo, Berita Terbaru Kondisi Gunung Bromo, Info Terakhir Gunung Bromo Probolinggo, Jawa Timur, Frekuensi Gempa Tremor Bromo, Video Gunung Bromo Meletus, Youtube Gunung Bromo, PVMBG